PSIM Kalah dari Rans, Seto Tetap Apresiasi Pemain

  • Whatsapp
dok. PSIM Jogja
dok. PSIM Jogja

seputarjogja.id, Yogyakarta – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Rans Cilegon FC usai dikandaskan dengan skor 3-0 pada babak semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/12). Pelatih PSIM Seto Nurdiantoro tetap mengapresiasi kerja keras pemain.

Seto mengatakan hasil yang diraih memang bukan keinginan semua pemain dan tim pelatih.

Bacaan Lainnya

“Untuk pertandingan ini kami tidak bisa full team, artinya memang mengurangi pilihan tapi apa pun itu kami mencoba membuat sedikit perubahan. Kami apresiasi perjuangan pemain, mereka sudah berjuang keras ingin memenangkan pertandingan meskipun hasilnya tidak sesuai keinginan kami,” kata Seto usai laga, seperti dalam siaran pers PSIM dikutip Rabu 29 Desember 2021.

Pelatih asal Kalasan ini meminta maaf kepada seluruh suporter dan pecinta PSIM karena belum bisa membawa Laskar Mataram menapak ke babak final. Seto terus meminta doa restu seluruh suporter PSIM, karena PSIM Jogja masih akan berjuang di laga perebutan tempat ketiga.

“Untuk teman-teman suporter, Brajamusti, Maident, mohon maaf untuk pertandingan kali ini kami kalah, masih ada kesempatan dan peluang walau dengan pincangnya kondisi kami tapi apapun itu kalau memang jalan tuhan harus kita syukuri,” ujar Seto.

“Tetap dukung kami, tetap doakan kami, masih ada satu sisa pertandingan mudah-mudahan hasil terbaik untuk kita semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, pemain PSIM Jogja Arbeta Rokyawan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter PSIM atas hasil yang diraih lawan Rans ini. Roky menegaskan dirinya bersama seluruh penggawa Laskar Mataram juga tidak menginginkan kekalahan ini.

“Saya perwakilan pemain, meminta maaf khusunya kepada suporter PSIM, mungkin kita belum bisa ke final, tapi perjuangan belum selesai. Insyaallah doa dan dukungan mereka terus kepada kita, kami akan berjuang di perebutan tempat ketiga,” ujar Roky.

“Yakinlah pemain tidak mau kalah, pemain juga ingin menang, jangan saling menyalahkan karena kita adalah keluarga, suporter dan pemain adalah keluarga,” imbuhnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *