PSS Mulai Latihan di Lapangan Macanan Sleman

  • Whatsapp
dok. PSS

seputarjogja.id, Sleman – PSS Sleman mulai menggunakan Lapangan Macanan sebagai traning ground. Lapangan Macanan dipakai PSS untuk berlatih jelang seri ketiga BRI Liga 1 2021/2022.

“Adanya lapangan latihan yang dimiliki oleh PSS semoga membuat tim ini menjadi lebih baik lagi. Selain itu fasilitas latihan yang lain juga bisa ditambah ke depannya. Harapannya, PSS menjadi tim yang lebih maju serta profesional baik fasilitas dan prestasi,” kata pemain PSS Wahyu Sukarta di Lapangan Macanan, Kamis (11/11) sore, dalam siaran pers PSS dikutip Jumat 12 November 2021.

Bacaan Lainnya

Pemain yang beroperasi di sektor gelandang bertahan ini menyatakan adanya lapangan latihan di Macanan memberikan efek positif yang tidak terbatas pada tim utama PSS melainkan juga pada PSS Development Center.

Adanya Lapangan Macanan bagi Wahyu Sukarta menjadi motivasi positif bagi timnya melakoni BRI Liga 1 2021/2022 dan menjaga tali silaturahmi dengan Sleman Fans.

“Sangat senang, akhirnya bisa kembali latihan di Sleman. Saya rasa hal ini sangat dirindukan oleh para pemain, pelatih maupun official. Apalagi setelah bertemu dengan Sleman Fans di Stadion Tridadi, hal ini menjadi penambah motivasi untuk tim dalam mengarungi Liga,” ujarnya.

Sementara itu, dua pemain muda Super Elja, Saddam Gaffar dan Rizza Fadilah, masih diterpa cedera. Dokter tim PSS Elwizan Aminuddin menjelaskan hasil pemeriksaan lanjutan tersebut.

“Kebetuan kasusnya sama-sama tumpuan sehingga hasil MRI-nya pun cenderung sama, yaitu menunjukan bahwa salah satu ligamen ACL terjadi robekan atau putus total dan menescus terjadi robekan walaupun tingkatannya masih satu atau dua,” kata Elwizan.

“Untuk case pada Saddam diwajibkan tindakan selanjutnya yaitu atroskopi rekonstruksi ACL,” imbuhnya.

Elwizan Aminuddin menjelaskan kedua pemain tersebut butuh waktu enam hingga delapan bulan bisa melakukan aktivitas normal berlatih dan bermain sepak bola.

“Namun hal tersebut tergantung dari controling rasa traumatik masing-masing pemain. Baik Saddam dan Rizza jika bisa melakukan kontrol penuh terhadap traumatiknya tersebut dengan baik, waktu enam bulan sudah bisa kembali. Sebaliknya tidak mampu, membutuhkan waktu lebih lama lagi delapan hingga sepuluh bulan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *