Sleman Mulai Uji Coba Sekolah Tatap Muka 1 Februari

  • Whatsapp
Bupati Sleman mengecek kesiapan sekolah tatap muka, Selasa (5/1/2020). (dok. Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman mengecek kesiapan sekolah tatap muka, Selasa (5/1/2020). (dok. Humas Pemkab Sleman)

Sleman, seputarjogja.id – Kabupaten Sleman berencana mulai menggelar pembelajaran atau sekolah tatap muka pada 1 Februari 2021. Sejumlah sekolah dicek kesiapannya.

Pengecekan dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo bersama jajaran, Selasa (5/1). Sejumlah sekolah yang dicek adalah SD Cebongan Mlati, SD Margomulyo 1 Seyegan, SD Krapyak Godean, SMP N 1 Seyegan, SMP Muh 1 Minggir, SMP N 3 Godean, dan SMP N 1 Godean.

Bacaan Lainnya

Sri Purnomo menyampaikan seluruh sekolah yang ditinjau sudah siap memenuhi protokol kesehatan dan sudah memenuhi mekanisme yang ditentukan.

“Sekolah tatap muka tidak dilaksanakan di seluruh sekolah di Kabupaten Sleman, namun hanya akan dilaksanakan oleh sekolah yang sudah benar-benar siap dan menerapkan prokes,” kata Sri Purnomo, dalam siaran pers Humas Pemkab Sleman, dikutip Selasa, 5 Januari 2021.

Menurutnya, sekolah tatap muka akan diselenggarakan dengan kehadiran siswa di kelas sebanyak 50 persen dan tiap siswa diberikan proses belajar di sekolah selama 2 jam.

Selain itu, Sri Purnomo juga menjelaskan jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka, maka Pemkab Sleman akan memfasilitasi sekolah dengan cara daring.

“Prinsipnya sekolah tatap muka akan dilaksanakan jika sekolah sudah siap dan memenuhi protokol kesehatan, uji coba sekolah tatap muka ini akan dilaksanakan mulai 1 Februari 2021, akan disiapkan pengecekan suhu, tempat cuci tangan menggunakan sabun dan masker ketika ada siswa yang tidak membawa. Teknisnya dengan menjaga jarak bangku antar siswa dan satu meja hanya diisi satu murid,” paparnya.

Ia mendorong agar seluruh pihak untuk berkomitmen menerapkan ‘Cita Mas Jajar’ agar sekolah tatap muka dapat berjalan dengan efektif dan tidak menimbulkan kerumunan.

“Ketika kita komitmen disiplin menerapkan (Cita Mas Jajar) insyaallah akan aman. Guru-guru juga sudah mempunyai mekanisme untuk tidak terjadi kerumunan,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *