Tol Yogya-Bawen, Peluang Pemulihan Ekonomi

dok. Humas Pemkab Sleman
dok. Humas Pemkab Sleman

Sleman, seputarjogja.id – Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen diharapkan ke depan memberikan efek domino bagi masyarakat. Yakni tol Yogya-Bawen bisa diandalkan sebagai dorongan pemulihan ekonomi regional DIY dan Jawa Tengah.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam acara Prosesi Pemasangan Patok Trase Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di SMP Negeri 2 Tempel pada Selasa (19/1).

Bacaan Lainnya

Sultan mengatakan, dengan adanya infrastruktur jalan, tentu akan mempermudah konektivitas, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan antarwilayah.

“Efek domino dari itu semua, diharapkan terjadinya akselerasi pembangunan yang mengondisikan pemulihan ekonomi yang bersifat endogen, berkualitas, berkelanjutan, dan merata,” kata Sultan, dalam siaran pers Humas Pemda DIY dikutip Kamis 21 Januari 2021.

Sultan menjelaskan, kehadiran jalan bebas hambatan ini juga akan berdampak pada makin meluasnya peluang usaha dan lapangan kerja, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang berdaya saing. Sarana vital ini juga diharapkan mampu menarik investasi baru, sekaligus memfasilitasi barang dan jasa yang membutuhkan mobilitas cepat.

Diungkapkan Sultan, pembangunan tol sudah didiskusikan sejak tahun 1990-an, bahkan menjadi impian, khususnya bagi rakyat DIY. Dalam semua wacana, hambatan teknis dan kendala sosial selalu menjadi kendala. Namun ketika tol di Jawa Tengah dan DIY ditetapkan dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2020 sebagai Proyek Strategis Nasional, semua rintangan dapat diselesaikan dengan baik dan win-win solution.

“Itu semua, salah satunya karena dukungan dan kesadaran masyarakat yang terdampak. Selain itu, juga membenarkan keyakinan Bapak Presiden (RI), bahwa dari semua langkah yang terpenting adalah eksekusinya. Teori di atas kertas dan wacana yang sering berkepanjangan, harus diwujudkan ke dalam aksi,” kata Sultan.

Dalam pelaksanaan konstruksi pembangunan tol Yogya-Bawen nantinya, Sultan pun berharap ikut melibatkan kontraktor lokal yang terseleksi. Dengan begitu, proses pembelajaran bisa untuk meningkatkan klasifikasi usaha, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan faktor regional growth.

“Tak kalah penting adalah kesediaan birokrasi setempat untuk memberikan fasilitasi bagi investor berupa preferensi fasilitasi yang mudah dan cepat sebagai wujud akuntabilitas publik. Namun demikian, karena dibangun berbarengan dengan masa Covid-19, maka juga harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” tutur Sultan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno, dalam laporannya mengatakan, untuk tahapan persiapan pengadaan tanah proyek tol Yogya-Bawen, Gubernur DIY telah menerbitkan izin penetapan lokasi, yakni Keputusan Gubernur DIY Nomor 385/KEP/2020 tertanggal 21 Desember 2020 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen di DIY.

“Lokasi jalan tol Yogya-Bawen yang melintasi wilayah Kabupaten Sleman DIY meliputi tiga kapanewon, yaitu Mlati, Tempel, dan Seyegan, yang terdiri dari tujuh kalurahan dan 28 padukuhan,” kata Krido.

Untuk Kapanewon Tempel, meliputi Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberejo. Untuk Kapanewon Seyegan, meliputi Kalurahan Margokaton, Margodadi, dan Margomulyo. Dan untuk Kapanewon Mlati, hanya di Kalurahan Tirtoadi.

Selanjutnya, Krido mengungkapkan, jumlah bidang di DIY yang terdampak pembangunan tol Yogya-Bawen ada 915 bidang, dengan luas 49,6 hektare, dengan panjang 8,25 kilometer. Untuk jumlah persentase kepemilikan tanah warga yang terdampak, terdiri atas 48,09 persen berupa sertifikat hak milik; 42,4 persen letter C; 1,09 persen hak pakai; 0,22 persen tanah wakaf dan 8,2 persen tanah desa.

Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo; Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji; Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, Mirza Nurul Handayani; perwakilan Forkopimda DIY dan OPD terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.