Vaksinasi Covid-19 di Sleman, Diikuti Bupati hingga dr Tirta

  • Whatsapp
dr Tirta ikuti vaksinasi Covid-19 di Sleman. (dok. Humas Pemkab Sleman)
dr Tirta ikuti vaksinasi Covid-19 di Sleman. (dok. Humas Pemkab Sleman)

Sleman, seputarjogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman launching program vaksinasi Covid-19, Kamis (14/1). Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana di Sleman ini digelar di Puskesmas Ngemplak 2 dan diikuti Bupati Sleman Sri Purnomo hingga influencer dr Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta.

Seperti dalam siaran pers Humas Pemkab Sleman, dikutip Kamis 14 Januari 2021, vaksinasi Covid-19 ini mengacu pada Peraturan Presiden RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang didukung dengan Penerbitan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) Pertama Untuk Vaksin Covid-19 dari Badan POM dan Fatwa MUI tahun 2021 tentang Kehalalan Vaksin Covid-19.

Bacaan Lainnya

Adapun sasaran yang menerima vaksin perdana di Kabupaten Sleman mewakili berbagai unsur meliputi, Bupati Sleman Sri Purnomo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana, Kapolres Sleman Anton Firmanto, Tokoh Agama/Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana.

Selanjutnya Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman Sa’ban Nuroni, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman Parmilah, Tokoh Perempuan/DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, dan dokter sekaligus pegiat media sosial, dr Tirta Mandira Hudhi.

Bupati Sleman Sri Purnomo ikuti vaksinasi Covid-19 perdana di Sleman. (dok. Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman Sri Purnomo ikuti vaksinasi Covid-19 perdana di Sleman. (dok. Humas Pemkab Sleman)

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten tersedia di 52 fasilitas kesehatan meliputi 25 Puskesmas se-Kabupaten Sleman.

Kemudian di 24 rumah sakit meliputi RS Bhayangkara, RSIY PDHI, RSUD Sleman, RS Condongcatur, RS Sakina Idaman, RSU Queen Latifa, RSU Mitra paramedika, RS Atturots, RS Gramedika 10, RS Charitas Klepu, RSU Mitra Sehat, RS PKU Gamping, RSKIA Sadewa, RS UGM, RS JIH, RS UAD, RS Hermina, RS Arvita Bunda, RSUP dr Sardjito, RSUD Prambanan, RS Grhasia, RS Panti Nugroho, RS Panti Rini, RS Puri Husada.

Serta di klinik yakni klinik KKP, klinik Parama Satwika, Polres Sleman dan klinik Kartika 0732, Kodim Sleman.

Alur pemberian vaksin Covid-19 melalui empat meja meliputi, Meja 1 pendaftaran dan verifikasi data, Meja 2 skrining anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana, edukasi vaksinasi Covid-19, Meja 3 pemberian vaksin, Meja 4 pencatatan petugas mempersilakan sasaran untuk menunggu 30 menit dan pemberian kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

Tahap pertama pemberian vaksin COVID-19 akan dimulai dengan sasaran SDM Kesehatan di Kabupaten Sleman mencakup semua nakes dan non-nakes di fasyankes swasta, pemerintah, praktik mandiri dan tempat karantina. Termasuk honorer, relawan, residen, internsip, koas, mahasiswa (semester akhir) kesehatan yang praktik di fasyankes. Berdasarkan sistem informasi SDMK (per 4 Januari 2021) terdapat sebanyak 14.484 tenaga SDM di Kabupaten Sleman.

Sedangkan yang telah diverifikasi dan disetujui oleh oleh Kemenkes RI sebanyak 12.342 tenaga (85,21 persen). Sehingga SDM Kesehatan Kabupaten Sleman yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 adalah 12.342 tenaga dengan kesiapan vaksin sebanyak 12.380 dosis.

Tahapan selanjutnya akan menyasar petugas pelayanan publik (TNI/Polri, dll), masyarakat rentan, dan masyarakat umum. Pemerintah berharap agar program vaksinasi COVID-19 berjalan lancar agar sebagian besar masyarakat tercakup sehingga mampu memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Diharapkan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Selama proses vaksinasi berlangsung, masyarakat maupun seluruh SDM Kesehatan diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan CITA MAS JAJAR (mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir/hand sanitizer, Memakai masker, dan menjaga jarak). Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat secara luas. Selain aman dan halal vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat juga gratis.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi orang pertama yang menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Puskesmas Ngemplak II dan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Sleman.

Usai menerima suntikan vaksin, Sri Purnomo menuturkan bahwa dirinya tidak merasakan rasa sakit saat disuntik vaksin Covid-19.

“Saya tadi selesai divaksin dan ini menunggu sampai 30 menit setelah disuntik. Setelah disuntik saya tidak merasakan apa-apa, mudah mudahan nanti sampai 30 menit tidak ada efek (gatal, pusing),” kata Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa sebelum menerima suntikan vaksin, dirinya melakukan prosedur pemeriksaaan terlebih dahulu yaitu tekanan darah dan juga melakukan swab antigen di hari sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *